Selasa, 27 Desember 2011

Nelayan Lhokseumawe Temukan Mayat dalam Koper

                  Lhokseumawe | Harian Aceh – Nelayan menemukan mayat tak dikenal dalam koper pakaian terdampar di pantai Pulau Seumadu, Rancong, Kecamatan Muara Satu, Lhokseumawe, Selasa (27/12) siang. Polisi menunggu hasil autopsi medis untuk mengidentifikasi mayat yang telah membusuk itu.
Mayat Dalam Koper
Kasat Reskrim Polres Lhokseumawe Galih Indra Giri memerhatikan koper berisi mayat tak dikenal yang terdampar di pantai Rancong, Muara Satu, Lhokseumawe, Selasa (27/12).(Foto Ist)

      Koper warna hitam ukuran sedang berisi mayat yang tinggal tulang dan tengkorak terbungkus plastik dan celana jeans itu ditemukan Abdullah Syam,70, nelayan asal Batuphat Timur, Muara Satu, Selasa sekitar pukul 13.00 WIB. “Saat itu, pak Abdullah Syam sedang mencari kayu, tiba-tiba melihat koper yang terdampar. Koper yang terkunci itu dibuka dengan parang, mulanya tampak rambut sehingga ia sempat terkejut,” kata Kapolres Lhokseumawe AKBP Kukuh Santoso melalui Kapolsek Muara Satu Iptu Ichsan kepada Harian Aceh, Selasa sore.

 Temuan mayat itu langsung mengundang perhatian para pengunjung pantai Pulau Seumadu, Rancong dan juga warga setempat. Tak lama berselang, polisi tiba di lokasi, lalu mereka menghubungi relawan PMI. “Mayat ini tidak bisa dikenali, karena tinggal tulang belulang. Maka akan dibawa ke rumah sakit untuk autopsi agar bisa diidentifikasi apakah laki-laki atau perempuan, kita juga akan menyelidiki asal usul korban,” kata Ichsan.

  Dari kondisi tulang dan tengkorak, kata Ichsan, diperkirakan mayat itu berusia antara 20-35 tahun. Mayat dalam koper tersebut, kata dia, diduga dalam posisi terikat dengan tali. “Kita menemukan tali dalam koper yang membelit mayat,” katanya.
Sementara itu, sejumlah warga menduga mayat itu korban pembunuhan mutilasi yang sengaja dibuang ke laut untuk menghilangkan jejak. Pasalnya, saat ditemukan dalam koper itu, sebut warga, kerangka tulang tidak lagi teratur sebagaimana lazimnya bentuk badan manusia. Namun Kapolsek Ichsan menyatakan pihaknya belum bisa memastikan apakah mayat itu korban pembunuhan mutilasi.(nsy)